Ruben Amorim Dikabarkan Siap Kembali Ke Premier League
Ruben Amorim resmi dipecat dari Manchester United setelah rentetan hasil buruk dan konflik internal dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di BERITA LIGA INGGRIS TERBARU.

Pemecatan ini menutup babak singkat pelatih asal Portugal di Old Trafford, yang berlangsung hanya 14 bulan. Sebelum hijrah ke Inggris, reputasi Amorim cukup tinggi setelah membawa Sporting CP meraih dua gelar Liga Portugal. Namun, di MU, performanya jauh dari harapan. Setan Merah finis di peringkat ke-15 Premier League musim lalu dan musim berjalan masih menunjukkan inkonsistensi.
Kegagalan ini membuat Amorim harus pulang sementara ke Portugal. Meski demikian, banyak pihak menilai pintu Premier League belum tertutup baginya. Mantan bek Inggris, Sol Campbell, bahkan meyakini Amorim bisa segera kembali menangani klub besar lain di Inggris.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Target Potensial Tottenham
Sol Campbell menilai Ruben Amorim adalah kandidat ideal untuk Tottenham Hotspur. Spurs saat ini sedang tertekan dengan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir dan berada di peringkat ke-14 klasemen. Kekalahan di Piala FA menambah tekanan bagi Thomas Frank di London Utara.
Campbell yakin peluang komunikasi antara Amorim dan Tottenham sudah terbuka. Ia menekankan bahwa klub besar seperti Spurs selalu mencari peluang untuk mengubah situasi ketika hasil di lapangan tidak memuaskan.
Menurut Campbell, pembicaraan di balik layar kemungkinan sudah berlangsung. Ia meyakini Amorim memiliki kesempatan untuk kembali ke Premier League dan menangani klub lain, sehingga peluangnya tetap terbuka meski gagal di MU.
Baca Juga: Ruang Ganti Manchester United Sambut Positif Michael Carrick
Tantangan Besar di Klub Besar

Campbell tetap memberi kredit pada Thomas Frank, tetapi menekankan bahwa tuntutan di Tottenham berbeda dibanding Brentford. Klub besar seperti Spurs menginginkan kesuksesan jangka panjang dan kemajuan berkelanjutan, sehingga tekanan bagi pelatih sangat tinggi.
Ia menambahkan bahwa performa tim di lapangan bisa memengaruhi keputusan klub. Bahkan jika tim tampil baik tapi belum konsisten menang, pembicaraan mengenai manajer baru tetap bisa terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan di klub besar tidak hanya soal hasil, tetapi juga arah dan filosofi permainan.
Tekanan ini merupakan hal yang harus dikelola dengan baik oleh pelatih. Mereka dituntut menjadi negarawan, petarung, dan tetap cerdas dalam mengelola pemain, manajemen, dan fans. Semua elemen ini harus berjalan seimbang agar sebuah klub besar tetap kompetitif.
Amorim Dinilai Naif di MU
Campbell menilai Amorim terlalu naif saat menangani Manchester United. Ia gagal memahami skala besar klub, sejarahnya, dan ekspektasi para penggemar. Di klub sekelas MU, kemenangan adalah syarat mutlak untuk mendapat kendali penuh.
Campbell menekankan bahwa era manajer yang bisa mengontrol semuanya, seperti Sir Alex Ferguson atau Arsene Wenger, sudah berlalu. Amorim seharusnya menyesuaikan diri dengan tekanan unik di Inggris, bukan hanya menerapkan metode dari Portugal.
Meskipun begitu, peluang Amorim kembali ke Premier League tetap terbuka. Jika belajar dari pengalaman di MU, ia bisa lebih siap menghadapi klub besar lainnya. Kesempatan ini memberikan jalan bagi pelatih 40 tahun itu untuk membuktikan diri lagi di panggung Inggris. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligainggrisnew.id.
