Liam Rosenior Balas Pedas Kritik Paul Merson Usai Kekalahan Chelsea
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mendapat kritik keras dari Paul Merson setelah kekalahan The Blues di semifinal Carabao Cup, Rabu (4/2/2026) dini hari. Merson menilai taktik Rosenior mengecewakan dan Chelsea bermain tanpa nyali saat mencoba mengejar defisit agregat dari Arsenal.

Merson menyebut pendekatan Chelsea terlalu konservatif, seolah “parkir bus” di tengah laga penting. Ia merasa tim sekelas Chelsea, dengan banyak pemain pemenang Piala Dunia, tidak pantas bermain setengah hati di semifinal.
Komentar Merson disampaikan secara terbuka di Sky Sports. Ia menegaskan Chelsea bermain lambat, tidak menekan lawan, dan gagal memanfaatkan peluang yang ada. Kritik ini menjadi sorotan media dan penggemar karena tajam dan langsung menyasar taktik Rosenior.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Air Mata di Lapangan
Kekalahan agregat 4-2 ini terasa menyakitkan bagi pemain Chelsea. Bek Wesley Fofana bahkan terlihat meneteskan air mata di lapangan. Namun, Merson menilai simpati terhadap pemain minimal. Menurut Merson, Fofana dan rekan-rekannya kurang berani menyerang. Ia menegaskan bahwa tim seharusnya keluar dengan lebih agresif, bukan sekadar pasif menunggu peluang.
Selain itu, Merson menyoroti tempo permainan Chelsea yang lambat. Ia berpendapat bahwa Chelsea memiliki kualitas untuk menyaingi Arsenal, tetapi pilihan bermain terlalu berhati-hati membuat mereka kehilangan momentum di laga semifinal.
Baca Juga: Arsenal Terancam Kehilangan Mikel Merino hingga Akhir Musim
Rosenior Membela Taktiknya

Menanggapi kritik miring Merson, Rosenior bereaksi dengan nada sarkastik. Ia menyebut menjadi pundit jauh lebih mudah dibanding menjadi manajer. “Saya pernah jadi pundit, itu pekerjaan mudah. Sangat mudah bicara saat semua sudah terjadi,” ujar Rosenior.
Rosenior menjelaskan risiko bermain terbuka terlalu awal. Jika timnya menyerang dan kebobolan gol cepat, semua orang akan mempertanyakan pilihannya. Ia menekankan bahwa sebagai manajer, kritikan selalu ada di mana-mana, baik saat menang maupun kalah.
Pendekatan berhati-hati Rosenior bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Ia menegaskan bahwa menilai keputusan setelah pertandingan selesai selalu lebih mudah daripada membuat keputusan saat laga berjalan.
Realitas Pekerjaan Manajer
Rosenior menekankan bahwa manajer selalu berada di tengah kritikan. Jika kalah, akan dicemooh; jika menang, dianggap jenius. Ia menyatakan bahwa pekerjaan manajer penuh tekanan dan risiko setiap keputusan dapat menjadi sorotan media.
Ia menambahkan bahwa dalam laga krusial, strategi bertahan bisa menjadi pilihan yang logis, terutama saat menghadapi lawan kuat seperti Arsenal. Tujuan utamanya adalah meminimalisir kebobolan dan menjaga peluang tim tetap hidup di pertandingan. Kritik Merson memang keras, tetapi Rosenior menegaskan profesionalismenya untuk fokus pada tim dan pertandingan selanjutnya.
Ia tetap percaya dengan taktik dan pendekatan yang telah diterapkan, sambil menunggu kesempatan memperbaiki performa Chelsea di laga-laga berikutnya. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar Liga Inggris menarik lainnya hanya di ligainggrisnew.id.
