Filosofi Berani Liam Rosenior untuk Chelsea
Chelsea resmi memulai babak baru dengan menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala. Penunjukan ini menandai perubahan arah setelah periode ketidakstabilan yang panjang di Stamford Bridge. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di BERITA LIGA INGGRIS TERBARU.

Rosenior datang dengan reputasi sebagai pelatih muda progresif yang mengedepankan sepak bola agresif dan penuh energi. Dalam pernyataan perdananya, Rosenior menegaskan ingin menghadirkan permainan yang membuat suporter langsung terpikat sejak menit awal.
Ia menginginkan Chelsea tampil berani, menekan, dan berani mengambil risiko. Visi ini memberi harapan baru, terutama setelah performa tim yang belum konsisten dalam beberapa laga terakhir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Namun, tantangan Rosenior tidak kecil. Premier League menuntut keseimbangan antara keberanian dan efektivitas. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana filosofi sang pelatih diterjemahkan ke dalam struktur permainan Chelsea.
Fondasi Bertahan yang Disiplin dan Terorganisir
Dalam fase bertahan, Rosenior dikenal tidak sekadar menumpuk pemain di belakang. Ia menekankan pentingnya menutup ruang dan mencegah lawan menciptakan keunggulan jumlah pemain. Saat diserang, timnya bisa dengan cepat berubah menjadi formasi lima bek.
Struktur ini dapat terbentuk dari tiga bek tengah dengan dua wing-back, atau melalui winger yang turun membantu pertahanan. Di Chelsea, pemain dengan etos kerja tinggi seperti Pedro Neto berpotensi menjalankan peran tersebut dengan baik. Transisi cepat dari menyerang ke bertahan menjadi kunci utama.
Di depan lini belakang, dua gelandang bertugas melindungi area sentral. Sementara itu, tiga pemain depan menjaga posisi tetap rapat untuk memutus alur serangan lawan. Tujuannya jelas, memaksa lawan bermain melebar dan menjauh dari area berbahaya.
Baca Juga: Baru Ditunjuk Chelsea Liam Rosenior Langsung Hadapi Masalah Hukum
Pressing Tinggi dan Fleksibilitas Formasi

Rosenior juga dikenal fleksibel dalam menerapkan pressing. Saat lawan membangun serangan dengan empat bek, ia tidak ragu mengubah bentuk pressing menjadi 4-4-2. Skema ini membuat tekanan lebih efisien dan menjaga jarak antarpemain tetap ideal.
Fleksibilitas ini sangat penting di Premier League, di mana setiap tim memiliki pola build-up berbeda. Dengan pendekatan adaptif, Chelsea diharapkan tidak lagi mudah dieksploitasi saat menekan terlalu tinggi atau terlalu pasif.
Intensitas menjadi ciri utama. Rosenior ingin timnya aktif merebut bola lebih cepat dan tidak menunggu terlalu dalam. Jika diterapkan konsisten, Chelsea bisa kembali menjadi tim yang sulit dihadapi.
Wajah Baru Saat Menguasai Bola
Saat menguasai bola, Chelsea di bawah Rosenior diproyeksikan menggunakan struktur 3-2-2-3. Pola ini memberi keseimbangan antara kontrol dan keamanan. Tiga pemain di belakang menjaga stabilitas, sementara dua gelandang menjadi penghubung utama permainan.
Berbeda dari pendekatan sebelumnya, Rosenior cenderung memakai dua gelandang tengah murni. Hal ini mengurangi risiko kehilangan bola di area berbahaya. Moises Caicedo hampir pasti menjadi poros utama, dengan beberapa kandidat lain bersaing sebagai pendampingnya.
Di lini depan, posisi pemain dibuat cair. Bek sayap, winger, dan gelandang serang bisa saling bertukar peran. Filosofi ini memberi ruang kreativitas bagi pemain seperti Cole Palmer dan membuat serangan Chelsea lebih sulit ditebak. Jika berjalan efektif, era Rosenior bisa menghadirkan Chelsea yang dinamis, modern, dan menghibur. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligainggrisnew.id.
