Baru Ditunjuk Chelsea Liam Rosenior Langsung Hadapi Masalah Hukum
Liam Rosenior memulai babak baru dalam kariernya dengan cara yang tidak biasa. Baru saja resmi ditunjuk sebagai manajer Chelsea, ia harus menghadapi sanksi hukum akibat pelanggaran lalu lintas. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di BERITA LIGA INGGRIS TERBARU.

Pelatih asal Inggris itu dinyatakan bersalah karena mengemudi melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Pelanggaran tersebut terjadi pada Juli 2025 di wilayah Derbyshire, ketika Rosenior tercatat mengemudi 36 mil per jam di zona 30 mil per jam.
Ia sebenarnya diberi kesempatan mengikuti kursus kesadaran lalu lintas sebagai alternatif hukuman pidana, namun tidak dapat hadir karena keterlambatan penerbangan dari Prancis. Akibatnya, pengadilan menjatuhkan denda total sebesar 1.052 poundsterling. Meski bukan kasus berat, situasi ini tetap menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan pengumuman resminya sebagai pelatih anyar Chelsea.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Resmi Menangani Chelsea dengan Kontrak Panjang
Di luar urusan hukum, Rosenior kini sepenuhnya fokus pada tantangan besar bersama Chelsea. Ia ditunjuk menggantikan Enzo Maresca dan menandatangani kontrak jangka panjang selama enam setengah tahun. Manajemen The Blues menaruh kepercayaan besar pada visi dan pendekatan sang pelatih.
Rosenior datang ke Stamford Bridge setelah mencatatkan kinerja positif bersama Strasbourg di Ligue 1. Meski belum langsung memimpin latihan, ia dijadwalkan menjalani debut resminya saat Chelsea menghadapi Charlton Athletic di Piala FA.
Dalam pernyataan resminya, Rosenior mengaku bangga dan terhormat dipercaya memimpin klub sebesar Chelsea. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga identitas klub, membangun kebersamaan tim, serta membawa kembali budaya juara yang menjadi ciri khas The Blues.
Baca Juga: Enzo Maresca Bisa Bawa Sentuhan Manchester City ke Manchester United
Kemarahan Suporter Strasbourg Tak Terbendung

Kepergian Rosenior ke Chelsea meninggalkan luka bagi pendukung Strasbourg. Banyak suporter merasa dikhianati, terlebih karena kedua klub berada di bawah kepemilikan yang sama. Mereka menilai transfer ini sebagai bukti bahwa Strasbourg hanya menjadi klub pendukung dalam struktur multi-klub.
Federasi suporter Strasbourg menyampaikan kritik keras terhadap manajemen klub. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai tindakan memalukan yang mengorbankan masa depan klub Prancis demi kepentingan Chelsea.
Kemarahan ini juga menyoroti isu yang lebih besar dalam sepak bola modern, yakni kepemilikan multi-klub. Para suporter khawatir identitas dan kemandirian Strasbourg akan semakin tergerus oleh kepentingan bisnis global.
Tantangan Besar Menanti di Depan Mata
Bagi Rosenior, polemik di luar lapangan harus segera ditinggalkan. Tantangan nyata sudah menanti bersama Chelsea, dimulai dari laga Piala FA dan berlanjut ke semifinal Piala Liga melawan Arsenal. Kesempatan meraih trofi cepat menjadi ujian awal kepemimpinannya.
Ia menyadari besarnya ekspektasi publik Stamford Bridge. Namun, Rosenior menegaskan bahwa kesempatan melatih salah satu klub terbesar dunia adalah peluang yang tidak bisa ditolak. Ia ingin membangun koneksi kuat dengan pemain, staf, dan suporter.
Perjalanan Rosenior di Chelsea baru saja dimulai. Meski dibuka dengan kontroversi, pelatih muda ini memiliki peluang besar membuktikan kualitasnya dan membawa The Blues menuju era baru yang lebih stabil dan kompetitif. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligainggrisnew.id.
